14
2010
Monster di Hutan Kalimantan
Kalimantan adalah sebuah pulau terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan Irian (Papua). Luasnya mencapai 535,834 km2 tidak termasuk Malaysia (Sarawak – Sabah) & Brunei. Ini mencapai 28% dari seluruh dataran Indonesia. Luas hutan dari peta vegetasi tahun 1950 yaitu 51,400,000 ha, hutan terluas ketiga setelah Brasil dan Rep. Dem. Kongo. Banyak kayu-kayu unggulan yang berasal dari hutan ini, yaitu dari pepohonan ulin sebagai kayu besi, rotan, damar, dan tengkawang, sampai kepada gaharu, ramin, dan cendana yang sudah hampir punah. Pepohonan tersebut telah tumbuh sejak ratusan tahun yang lalu sebagai vegetasi asli hutan Kalimantan. Tentu saja dengan beraneka ragamnya tumbuh-tumbuhan yang terdapat di pulau ini, ekosistem yang ada pun sangat mendukung untuk hidupnya berbagai jenis binatang. Flora dan fauna yang ada mencapai 40% – 50% jenis yang hanya ditemui di Kalimantan. Dalam 10 tahun terakhir ini terdapat 361 spesies baru yang ditemukan
Sesuai dengan rantai makanan atau konsep survival of the fittest yang pernah diungkapkan oleh Wallace atau Darwin, di mana ’makhluk’ yang paling kuat akan memangsa yang lemah, begitu juga di hutan ini. Hingga akhirnya muncullah monster-monster raksasa yang tumbuh semakin kuat dari tahun ke tahun di hutan Kalimantan ini. Semakin lama semakin kuat hingga akhirnya monster-monster ini pun MEMANGSA EKOSISTEMNYA SENDIRI. Mereka memangsa pohon-pohon besar, sekaligus tentu saja habitat binatang yang hidup dalam ekosistem tersebut pun turut berangsur-angsur menghilang secara perlahan. Saat di suatu kawasan hutan telah dihancurkan ekosistemnya oleh monster-monster raksasa tersebut, mereka, akan mencari kawasan hutan lain untuk dimangsanya, semakin lama semakin luas ekosistem hutan yang ditelannya. Yang paling gila adalah tidak jarang monster-monster tersebut memakan KORBAN MANUSIA. Tidak sedikit yang telah menjadi korban KEGANASAN monster tersebut ketika melintasi kawasan hutan kekuasaannya. Sadis!
Mereka, monster-monster raksasa itu tidak peduli, tidak mengenal aturan dan belas kasihan kepada manusia yang melintas di hadapannya. Jika menghalangi jalan mereka, LIBAS! Mungkin sebelum tahun 1998, menurut seorang informan, sebulan paling tidak selalu ada saja manusia yang mati akibat melintasi jalan yang dilalui oleh sekawanan monster raksasa tersebut yang sering melintas dengan pola berombongan (konvoi). Kalau pun tidak mati ’diinjak,’ luka parah pun sering terjadi. Jika ingin membayangkan besar dan kekuatannya satu monster saja adalah manusia yang berkendara sepeda motor sering hancur dengan motor-motornya juga. Gila!
Apakah pemegang otoritas kawasan hutan tidak mengetahui aktivitas monster tersebut? Justru para monster ini diciptakan dan hidup karena memiliki izin yang sah (walau banyak juga yang tidak sah) langsung dari pemerintahan pusat. Ironis melihat banyak binatang-binatang lemah seperti orangutan yang kehilangan habitat hidupnya dan sangat sulit mendapatkan ’izin’ untuk hidup di hutan tanah air mereka, sementara monster-monster raksasa bisa dengan rakusnya menelan habis kawasan hutan yang sebenarnya terlalu banyak untuk perut mereka sendiri.
Beberapa kali saya berpapasan berhadapan muka dengan monster-monster tersebut yang tidak mau tau makhluk apa yang dihadapannya, tanpa menghentikan gerakannya, jika menghalangi, mereka akan terus melaju dan menjadikan siapapun yang dihadapannya menjadi ’pepes.’ Tidak seperti binatang-binatang buas dan besar lainnya jika berhadapan dengan manusia, biasanya sejenak menghentikan langkah dan mengamati kita dengan waspada, seakan berpikir apakah kita merupakan ancaman buat mereka. Para monster tersebut jika sudah melintas dengan kawanannya seakan-akan selalu berkata, ”minggir lo semua, ini jalan gue!’ Jadi kalau kita celaka berhadapan dengan mereka maka itu salah kita, kenapa kita lewat di jalan yang selalu mereka lalui.
Memang beberapa lembaga memberikan data yang berbeda-beda mengenai ekosistem yang telah dilalap para monster itu. Tapi paling tidak telah lebih dari 20 JUTA hektar hutan di Kalimantan habis oleh kerakusannya. Hampir separonya dari tahun 1950 sampai sekarang sumber oksigen yang ada di pulau ini telah habis sebesar 49,6 %.
Jadi kurang lebih sekitar 1,2 juta hektar hutan hilang setiap tahun. Dengan kualitasnya yang terus berkurang sampai 50 %. Sebagai gambaran ’nafsu makan’ monster tersebut adalah bahwa setiap 1 menit dia melahap enam kali lapangan sepakbola, 5 menit satu lapangan golf habis dan dalam satu tahun hampir paling tidak memangsa ekosistem seukuran Jawa Barat!
Dan inilah ’spesies’ MONSTER PENGANCAM KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA DI BUMI….





An article by Heru Prasetyo













[...] This post was mentioned on Twitter by Robertus W. Wijaya, hmtl its. hmtl its said: Monster di Hutan Kalimantan – http://tinyurl.com/34tm6we [...]
mengenaskan
haha.. ada kaskus emot juga..
sangat menarik.. bisa ngaskus di web hmtl nih
:bangs:
org2 seperti itu harus diperingatkan dgn tegas gan..
Dari awal membaca saya sudah menebak apa yang dimaksud “monster raksasa” oleh si penulis “om Heru”. Makin membaca makin “gemremet” rasanya. Gimana ya om caranya supaya si monster2 itu hengkang dari hutan2 kita? Ada juga dokumenter mengenai nasib orang utan di kalimantan sana. Saya sedih ngeliatnya
Btw, tulisannya bagus om. Salam kenal.