<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HMTL-ITS</title>
	<atom:link href="http://www.hmtl-its.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hmtl-its.org</link>
	<description>Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan - ITS</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 05:32:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kiat Esemka, Di Manakah Arek ITS?</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/kiat-esemka-di-manakah-arek-its</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/kiat-esemka-di-manakah-arek-its#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 05:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1290</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2012, masih memasuki bulan kedua. Namun, dunia otomotif kreatif Indonesia telah menelurkan mobil sekelas CRV sebagai gebrakan baru. Yang menarik, pelaku gebrakan tersebut adalah para pelajar setingkat SMK. Tak heran, jika hal ini pun menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Kampus ITS, ITS Online &#8211; Kehadiran mobil yang diberi nama Kiat Esemka ini ibarat angin segar di industri otomotif Indonesia. Berbagai apresiasi bermunculan dari banyak tokoh, mulai dari pejabat, akademisi, hingga kalangan artis sekalipun. Harapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="600" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>Tahun 2012, masih memasuki bulan kedua. Namun, dunia otomotif kreatif Indonesia telah menelurkan mobil sekelas CRV sebagai gebrakan baru. Yang menarik, pelaku gebrakan tersebut adalah para pelajar setingkat SMK. Tak heran, jika hal ini pun menjadi perbincangan di berbagai kalangan.</div>
</td>
<td>
<div id="news-picture"><img src="http://www.its.ac.id/image.php?id=9692" alt="" name="gbrKecil" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2">
<div><strong>Kampus ITS, ITS Online</strong> &#8211; Kehadiran mobil yang diberi nama Kiat Esemka ini ibarat angin segar di industri otomotif Indonesia. Berbagai apresiasi bermunculan dari banyak tokoh, mulai dari pejabat, akademisi, hingga kalangan artis sekalipun. Harapan pun muncul untuk menjadikan mobil buatan siswa SMK 2 Surakarta itu sebagai mobil nasional.</p>
<p>Jauh sebelum ini, Indonesia sudah beberapa kali mencatat sejarahnya. Sebut saja, Marlip, Maleo, Gea, Tawon, Komodo, Timor. Keenamnya, sama-sama karya anak bangsa. Ironinya, semua juga sama-sama jalan di tempat. Pertanyaannya, akankah Kiat Esemka mengalami hal serupa?</p>
<p>Sebenarnya, ketenaran Kiat Esemka hingga seperti sekarang, tidak lepas dari peran Walikota Surakarta, Joko Widodo memperkenalkan mobil tersebut kepada khalayak luar. Tidak hanya itu, belakangan, Jokowi -panggilan akrabnya- berada di garda depan untuk mendukung Kiat Esemka.</p>
<p>Bahkan dia pun bersemangat menjadikan mobil Kiat Esemka sebagai industri mobil rumahan sekaligus embrio untuk mewujudkan impian lama (mobil nasional). Dengan basis industri rumahan, Kiat Esemka tidak akan menjadi manufaktur besar. Melainkan hanya sebuah industri kecil dengan perkiraan kapasistas produksi 300-600 per bulan.</p>
<p>Kiat Esemka bisa jadi menjadi salah satu wujud perlawanan terhadap maraknya mobil impor di Indonesia. Jokowi mengimbuhkan, sebagai mobil nasional berbasis industri rumahan, Esemka tidak akan menjadi manufaktur besar, melainkan industri rakyat kecil dengan perkiraan produksi sekitar 300-600 unit per bulan.</p>
<p>Jokowi memang tidak salah berharap. Namun, perlu ditegaskan bahwa industri ini belum dapat berkembang menjadi industri otomatis. Begitupun ketika ditargetkan menjadi industri rumahan. Pasalnya, untuk membuat satu mobil Esemka, diperlukan waktu tida bulan. Sementara itu, industri mampu membuat satu unit mobil dalam delapan menit saja.</p>
<p>Ditambah lagi, beberapa pakar seperti Dahlan Iskan sempat meragukan kinerja dari mobil tersebut. Ia beranggapan bahwa potensi keterampilan siswa sekolah menengah kejuruan di Surakarta yang membangun Esemka masih sebatas proses pembelajaran, bukan proses produksi.</p>
<p>Bagaimanapun, berbagai perdebatan yang terjadi tidak menampik fakta Kiat Esemka mampu membuka mata masyarakat bahwa Indonesia telah siap berdikari di dunia otomotif. Selain itu, mobil ini pun menunjukkan eksistensi kemampuan siswa SMK yang tidak kalah dengan mahasiswa perguruan tinggi. Yang tidak kalah penting, disadari atau tidak, Kiat Esemka ini telah menjadi momok bagi perusahaan Jepang yang mempunyai pasar mobil di Indonesia.</p>
<p><strong>Lantas, Di Manakah ITS?</strong><br />
Sekali lagi, disadari atau tidak, mobil Kiat Esemka bagai petir di siang bolong bagi para mahasiswa. Khususnya mahasiswa teknik. Tak dapat dipungkiri, kehadiran mobil ini menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat. Di manakah kau para mahasiswa?</p>
<p>Dalam satu kesempatan, saya sering mendengar, &#8221;Ah, <em>arek ITS gampang gawe mobil koyo ngono&#8221;</em>. Atau pernyataan, &#8221;Kita bisa buat yang lebih hebat&#8221;.</p>
<p>Kalau boleh saya<em> bilang</em>, ini bukan perkara gampang atau sulit, <em>Bung</em>. Saya seribu persen percaya, kalau arek ITS itu jauh lebih hebat. Atau justru bagi mahasiswa tingkat atas, membuat semacam mobil Esemka adalah hal yang terlampau mudah.</p>
<p>Tetapi inti masalah utamanya,<em> mana</em> buktinya? <em>Mana</em> ada yang percaya jika tak ada bukti!</p>
<p>Bisa jadi dua pernyataan di atas menjadi alasan bagi mahasiswa ITS untuk tidak berkarya. Mungkin ada puluhan mahasiswa ITS yang merasa membuat mobil seperti itu bukan ranahnya. Dengan gelar mahasiswa, menciptakan hal-hal yang menakjubkan adalah bagiannya. Mulai mobil irit, mobil bahan bakar A, B, C hingga mungkin suatu saat nanti mobil tanpa bahan bakar atau bahkan mobil terbang.</p>
<p>Selama ini ITS memang telah banyak menelurkan karyanya di bidang otomotif. Sebut saja Sapu Angin I hingga Sapu Angin V, SpeKtonics, TriCycle, hingga Mobil Antasena yang kini sedang dikembangkan. Sayangnya, kebanyakan dari mereka (mobil-mobil) hanyalah piranti lomba sesaat. Ketika menang dielukan, dan sudah itu tak ada nilainya.</p>
<p>Mungkin masih lekat dalam benak seluruh sivitas akademika ITS ketika mantan Wakil Presiden Indonesia, Yusuf Kalla mampir ke ITS. Pernyataan singkat yang seharusnya membuka mata kita. Hasil riset dan penelitian itu tak ada artinya sebelum memiliki nilai jual. Ditambah lagi, menyebutkan bahwa SpeKtronics tak ubahnya mainan sang cucu.</p>
<p>Memang menyakitkan, tapi seharusnya menjadi pelajaran. Seorang dosen pernah mengakui jika mahasiswa ITS memang suka hal-hal yang terlihat wah. Bukan sesuatu yang dibutuhkan dan disukai.  Ironinya, tak selalu apa yang wah itu disukai.</p>
<p><strong>Saatnya Untuk Berubah</strong><br />
Kemunculan mobil Esemka bukanlah akhir dari segalanya. Justru ini menjadi momentum yang tepat bagi mahasiswa ITS untuk belajar bagaimana membuat sesuatu yang dibutuhkan. Bukan hanya sekedar <em>wah.</em> Membuat sesuatu yang menjawab kebutuhan masyarakat. Bukankah hal tersebut merupakan pengabdian masyarakat? Bukankah pengabdian masyarakat adalah bagian dari kewajiban mahasiswa?</p>
<p>Dari segi kemampuan, tentunya arek ITS jauh di atas siswa. Baik itu, kemampuan teknis kemampuan berpikir dan kemampuan manajemen. Dari segi kenekatan, arek ITS dikenal dengan <em>bondo nekad</em> (bonek)-nya. Bukankah itu lebih dari cukup?</div>
<div></div>
<div style="text-align: center;"><a title="Kiat Esemka, Di Manakah Arek ITS?" href="http://www.its.ac.id" target="_blank">SUMBER</a></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/kiat-esemka-di-manakah-arek-its/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Kuliah Semester Genap 2011-2012</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/jadwal-kuliah-semester-genap-2011-2012</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/jadwal-kuliah-semester-genap-2011-2012#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 06:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Share & Download]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Lingkungan ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1280</guid>
		<description><![CDATA[Jadwal Kuliah Semester Genap 2011-2012 bisa diunduh di link di bawah: &#160; Semster Genap 2011-2012]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Jadwal Kuliah Semester Genap 2011-2012 bisa diunduh di link di bawah:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.hmtl-its.org/jadwal-kuliah-semester-genap-2011-2012/semster-genap-2011-2012" rel="attachment wp-att-1281">Semster Genap 2011-2012</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/jadwal-kuliah-semester-genap-2011-2012/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Membuang Sampah dapat Hadiah</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/ketika-membuang-sampah-dapat-hadiah</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/ketika-membuang-sampah-dapat-hadiah#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 10:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1276</guid>
		<description><![CDATA[Sampah bukan lagi masalah baru yang dihadapi masyarakat Indonesia, khusunya Jakarta. Membuang sampah tidak pada tempatnya seperti sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Cara pencegahan teranyar yang dilakukan Pemerintah adalah dengan pemberian hukuman penjara. Namun, itu pun tak membuat volume sampah Jakarta berkurang. Di tahun 2011, tercatat warga Jakarta mengirim 5.500 ton sampah per harinya ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Bantargebang, Bekasi. Melihat cara ini tidak efektif, perusahaan Danone Aqua bekerjasama dengan Indonesia Business [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><center><img title="Ketika Membuang Sampah dapat Hadiah" src="http://nationalgeographic.co.id/admin/files/daily/201201261237110_n.jpg" alt="Ketika Membuang Sampah dapat Hadiah" border="0" /></center></div>
<p>Sampah bukan lagi masalah baru yang dihadapi masyarakat Indonesia, khusunya Jakarta. Membuang sampah tidak pada tempatnya seperti sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.</p>
<p>Cara pencegahan teranyar yang dilakukan Pemerintah adalah dengan pemberian hukuman penjara. Namun, itu pun tak membuat volume sampah Jakarta berkurang. Di tahun 2011, tercatat warga Jakarta mengirim 5.500 ton sampah per harinya ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Bantargebang, Bekasi.</p>
<p>Melihat cara ini tidak efektif, perusahaan Danone Aqua bekerjasama dengan Indonesia Business Links (IBL), mendatangkan mesin penghancur sampah yang disebut dengan Reverse Vending Machine (RVM). Mesin ini mampu mencacah sampah botol plastik dan kaleng menjadi biji-biji plastik dan kaleng.</p>
<p>Didatangkan langsung dari Korea Selatan, mesin ini bertujuan memberi edukasi pada masyarakat Indonesia tentang pembuangan sampah yang dikemas dalam program Gemar Membuang Sampah (Gemas). Namun, mesin ini baru ada satu di Indonesia dan hanya dibawa berkunjung ke beberapa tempat.</p>
<p>&#8220;Mesin ini sederhana, jika orang membuang sampah akan keluar voucher yang bisa ditukar dengan hadiah,&#8221; kata Yanti Triwadiantini, Executive Director IBL di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (26/1).</p>
<p>&#8220;Kita mengambil pendekatan yang terbalik, biasanya orang membuang sampah sembarangan akan dihukum, tapi sepertinya sistem itu ngga mempan. Kita coba dibalik, orang buang sampah kita kasih reward (hadiah).&#8221;</p>
<p>Voucher ini nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai hal, tergantung di mana lokasi mesin RVM ini tengah berkunjung. Sebagai contoh, RVM yang kini tengah dipertunjukkan di Monas bisa mengeluarkan voucher yang bisa ditukar dengan tiket masuk ke puncak Monas.</p>
<p>&#8220;Monas merupakan simbolnya Jakarta, simbolnya Indonesia. Tempat orang melihat Jakarta maka akan dilihat Monas. Banyak orang yang kurang peduli sampah di Jakarta, maka kita tempatkan mesin RVM pertama di sini sebagai bentuk edukasi perilaku membuang sampah,&#8221; kata Nugroho Agung Prasetyo sebagai External Communication Manager Danone Aqua.</p>
<p>RVM bukan mesin asing untuk negara-negara di luar Indonesia. Di Eropa, mesin ini sudah digunakan selama hampir empat dekade dan biasanya diletakkan di pasar yang menjual minuman botol. Warga yang membuang sampah botol/kaleng ke mesin ini akan mendapat voucher yang bisa digunakan membeli barang kebutuhan di pasar swalayan.</p>
<p>Harga satuan mesin ini pun cukup mahal sekitar Rp100 juta-an. Maka itu jika ada perusahaan di Indonesia yang ingin mengunakan RVM ini disarankan untuk menyewa saja. &#8220;Mesin ini mungkin belum menjawab masalah sampah di Indonesia, tapi setidaknya memberi awareness soal edukasi pembuangan sampah. Bahwa sampah ini bisa dijadikan bahan daur ulang,&#8221; ujar Nugroho lagi.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Ketika Membuang Sampah Dapat Hadiah" href="http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/2686/ketika-membuang-sampah-dapat-hadiah" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/ketika-membuang-sampah-dapat-hadiah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mawapres ITS 2012 Siap Dibuka</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/mawapres-its-2012-siap-dibuka</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/mawapres-its-2012-siap-dibuka#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 09:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1272</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tahun 2010 gelar Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) disabet oleh Asmaul Husna dan tahun 2011 digondol oleh Alfian Syafarudin Putra, ITS kembali mencari generasi penerus. Pendaftaran pun akan segera dibuka. Gelar bergengsi Mawapres kini siap mencari tuan. Seperti apa Mawapres tahun ini? Kampus ITS, ITS Online &#8211; Mawapres, mendengar kata tersebut yang terbayang pertama kali adalah keistimewaan  bagi yang meraihnya. Kehormatan itu menjadi idaman setiap mahasiswa. Ajang bergengsi tersebut saat ini sedang dalam proses pengumuman ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="600" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>Setelah tahun 2010 gelar Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) disabet oleh Asmaul Husna dan tahun 2011 digondol oleh Alfian Syafarudin Putra, ITS kembali mencari generasi penerus. Pendaftaran pun akan segera dibuka. Gelar bergengsi Mawapres kini siap mencari tuan. Seperti apa Mawapres tahun ini?</div>
</td>
<td>
<div id="news-picture"><img src="http://www.its.ac.id/image.php?id=9669" alt="" name="gbrKecil" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2">
<div><strong>Kampus ITS, ITS Online</strong> &#8211; Mawapres, mendengar kata tersebut yang terbayang pertama kali adalah keistimewaan  bagi yang meraihnya. Kehormatan itu menjadi idaman setiap mahasiswa. Ajang bergengsi tersebut saat ini sedang dalam proses pengumuman ke setiap jurusan.</p>
<p>&#8221;Kami sudah mengirimkan surat kepada masing-masing jurusan. Rencana pengumpulan berkas di institut terakhir tanggal 15 Februari,&#8221; ungkap Sunarto SSos MSi. Untuk sementara ini, Narto mengatakan, tema Mawapres 2012 belum ditentukan. Hal ini disebabkan ITS ingin mengikuti tema yang diusung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI).</p>
<p>Dengan tema dan kualifikasi yang sama dengan standar nasional, diharapkan Mawapres ITS bisa menjadi Mawapres Nasional. &#8221;Kami ingin sekaligus mempersiapkan mahasiswa ITS agar bisa masuk nasional,&#8221; kata Narto. Akan tetapi, Narto  menyebutkan, sampai saat ini panduan dari DIKTI tahun 2012 belum keluar.</p>
<p>Namun demikian, pria berkaca mata tersebut menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan Mawapres tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2011. Untuk program Strata 1 (S1), dari setiap jurusan diambil tiga mahasiswa terbaik. Sedang untuk program Diploma 3 (D3) diambil dua terbaik.</p>
<p>Selanjutnya, perwakilan dari masing-masing jurusan tersebut akan diseleksi tingkat institut. Sehingga yang lolos ke tahap selanjutnya adalah 15 mahasiswa dari S1 dan tiga mahasiswa dari D3. Hasil tersebut akan diumumkan pada (20/2) mendatang. &#8221;Semoga berjalan sesuai jadwal. Harapannya dari masing-masing fakultas ada tiga orang,&#8221; kata Kepala Sub Bagian Minat Penalaran dan Informasi Kemahasiswaan Badan Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK) ITS itu.</p>
<p>Selanjutnya, 18 mahasiswa terpilih akan mendapatkan materi pembinaan Mawapres. Materi pembinaan yang diberikan meliputi pembekalan karya ilmiah, bahasa Inggris, serta <em>attitude</em>. Di sinilah letak perbedaan dengan seleksi Mawapres 2011 lalu. Tahun lalu, pembinaan dilakukan sejak sebelum pemilihan secara terintegrasi di institut. Namun, untuk tahun ini pembinaan baru dimulai setelah seleksi dari institut.</p>
<p>Penetapan Mawapres 1, 2, dan 3 institut akan diumumkan sekitar bulan Juni. Penetapan tersebut sekaligus menetapkan Mawapres 1 yang akan diberangkatkan ke Mawapres Nasional. &#8221;Di antara persyaratannya adalah mahasiswa aktif semester empat sampai delapan dan IPK 2,75,&#8221; terang Narto.<br />
<strong><br />
Mawapres Tidak Hanya Ditentukan oleh IPK</strong><br />
Tidak sedikit yang berfikir bahwa mawapres selalu diraih oleh mereka yang memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) selangit. Tak sedikit mahasiswa yang berpotensi namun IPK-nya tidak tinggi justru merasa minder. Hal ini disebabkan anggapan bahwa mawapres hanya diraih oleh mereka yang ber-IPK tinggi. Namun  anggapan tersebut dibantah oleh Narto.</p>
<p>Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penilaian adalah IPK, Kegiatan Ekstra Kurikuler (KEK), kemampuan berkomunikasi, karya tulis ilmiah, bahasa Inggris, dan tes psikologi. &#8221;Tidak hanya bergantung pada IPK, namun komunikasi, bahasa, dan kemampuan untuk berempati serta simpati juga tidak kalah penting,&#8221; ucapnya.</p>
<p><strong>Kalah di Administrasi</strong><br />
Tidak sedikit mahasiswa ITS yang melakukan kesalahan dalam proses seleksi administrasi. Termasuk dalam seleksi Mawapres. Sebenarnya, kesalahan-kesalahan tersebut tidak perlu terjadi jika para mahasiswa membaca buku panduan dengan cermat. &#8221;Biasanya saking sibuknya mahasiswa kita, mereka tidak sempat membaca buku panduan,&#8221; papar Narto.</p>
<p>Selain itu, Sunarto berharap agar Mawapres Best Student School (MBESS) bisa berjalan kembali. Tak lupa pula Narto menjelaskan, untuk meraih mawapres, perlu ditanamkan visi tersebut sejak semester pertama. &#8221;Saya mendukung program teman-teman BEM yang memberikan pengarahan tentang Mawapres terhadap mahasiswa baru,&#8221; pungkas Narto tersenyum simpul.</p></div>
<div></div>
<div style="text-align: center;"><a title="Mawapres ITS 2012 Siap Dibuka" href="http://www.its.ac.id" target="_blank">SUMBER<br />
</a></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/mawapres-its-2012-siap-dibuka/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>583 PKM ITS Didanai Dikti</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/583-pkm-its-didanai-dikti</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/583-pkm-its-didanai-dikti#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1268</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2012 yang mendapat dana hibah dari Dinas Pendidikan Tinggi (Dikti) mengalami peningkatan signifikan. http://kampus.okezone.com/read/2012/01/18/373/559379/583-pkm-its-didanai-dikti &#8211; Tercatat, 583 proposal dari 1.589 judul PKM berhasil mendapatkan dana hibah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya meloloskan 295 proposal dari total 1.122 proposal. Jumlah ini membawa ITS ke peringkat dua nasional untuk proposal PKM terbanyak yang didanai Dikti. Kenaikan jumlah proposal ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="600" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>JAKARTA &#8211; Jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2012 yang mendapat dana hibah dari Dinas Pendidikan Tinggi (Dikti) mengalami peningkatan signifikan.</div>
</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2">
<div><strong>http://kampus.okezone.com/read/2012/01/18/373/559379/583-pkm-its-didanai-dikti</strong> &#8211; Tercatat, 583 proposal dari 1.589 judul PKM berhasil mendapatkan dana hibah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya meloloskan 295 proposal dari total 1.122 proposal. Jumlah ini membawa ITS ke peringkat dua nasional untuk proposal PKM terbanyak yang didanai Dikti.</p>
<p>Kenaikan jumlah proposal ini hampir terjadi di setiap bidang PKM. Misalnya, PKM bidang Pengabdian Masyarakat (PKMPM) meloloskan 74 judul dan PKM bidang Teknologi (PKMT) sebanyak 50 judul.</p>
<p>Kenaikan paling signifikan terjadi pada PKM bidang Penelitian (PKMP) dan PKM bidang Kewirausahaan (PKMK). Pada 2011, hanya 85 proposal PKMP yang diberikan dana dari Dikti sementara tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 184 proposal. Demikian pula dengan PKMK, jika tahun lalu 80 judul proposal didanai, tahun ini meningkat tajam menjadi 189 proposal.</p>
<p>Fenomena menarik justru terjadi pada PKM Karsa Cipta (PKMKC). Meskipun baru dirilis Dikti tahun ini, kehadirannya mendapat apresiasi cukup tinggi dari mahasiswa ITS. Dari 275 proposal PKMKC yang terkirim, 116 proposal (46 persen) mendapat dana hibah dari Dikti.</p>
<p>Menteri Riset dan Teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS Muhammad Dhanar Such Rufi Fajri mengungkapkan, keberhasilan peningkatan jumlah PKM yang mendapat pendanaan dari Dikti merupakan keberhasilan Kemenristek BEM periode sebelumnya serta peran dan koordinasi antara Tim Penalaran ITS, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) setiap jurusan.</p>
<p>Sementara itu Kepala Sub Bagian Minat Penalaran dan Informasi ITS Sunarto menyebutkan, peningkatan jumlah proposal PKM ini rencananya akan diikuti dengan pemberlakuan sistem kontrol baru.</p>
<p>&#8220;ITS akan memberlakukan sistem kontrak dengan para pelaksana PKM. Jadi, mereka yang tidak mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) Dikti bisa terkena sanksi,&#8221; kata Sunarto seperti dikutip dari ITS online, Rabu (18/1/2012).</p>
<p>Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, realisasi proposal PKM ini terkendala pada konsistensi mahasiswa untuk menyelesaikan rancangan program tersebut. &#8220;Tahun lalu saja ada lima kelompok yang tidak mengumpulkan laporan akhir dan ada satu kelompok tidak mengerjakan sama sekali,&#8221; ujar Narto begitu dia biasa disapa.</p>
<p>Rencana pemberlakuan sistem ini bertujuan agar mahasiswa lebih bertanggung jawab dengan PKM yang mereka rancang sendiri. Dengan diperketatnya sistem kontrol PKM ini, Narto berharap tidak akan terulang kasus yang sama seperti pelaksanaan PKM tahun lalu.</p>
<p>Selain itu ITS pun akan melibatkan lebih banyak dosen dalam proses monitoring pelaksana PKM. &#8220;Jika 2011 sekira 60 dosen yang dilibatkan, tahun ini akan ada lebih dari 60 dosen agar prosesnya lebih maksimal,&#8221; tuturnya.</p></div>
<div></div>
<div style="text-align: center;"><a title="583 PKM ITS Didanai Dikti" href="http://www.its.ac.id" target="_blank">SUMBER<br />
</a></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/583-pkm-its-didanai-dikti/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarik Minat Mahasiswa S-2, ITS Ciptakan Beasiswa Fast Track Lokal</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/tarik-minat-mahasiswa-s-2-its-ciptakan-beasiswa-fast-track-lokal</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/tarik-minat-mahasiswa-s-2-its-ciptakan-beasiswa-fast-track-lokal#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1265</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Perbandingan yang begitu signifikan terhadap jumlah mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan beberapa program yang dapat menarik perhatian mahasiswa. Salah satunya adalah program beasiswa fast track. http://kampus.okezone.com/read/2012/01/21/373/561053/tarik-minat-mahasiswa-s-2-its-ciptakan-beasiswa-fast-track-lokal &#8211; Pembantu Rektor 1 ITS Herman Sasongko mengungkapkan, program beasiswa fast track memang ditujukan untuk mendukung program pascasarjana di ITS. Pasalnya, mahasiswa jumlah mahasiswa S-2 tidak mencapai 10 persen dari total mahasiswa S-1 yang berjumlah 17 ribu. &#8220;Keadaan ini masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="600" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>JAKARTA &#8211; Perbandingan yang begitu signifikan terhadap jumlah mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan beberapa program yang dapat menarik perhatian mahasiswa. Salah satunya adalah program beasiswa fast track.</div>
</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2">
<div><strong>http://kampus.okezone.com/read/2012/01/21/373/561053/tarik-minat-mahasiswa-s-2-its-ciptakan-beasiswa-fast-track-lokal</strong> &#8211; Pembantu Rektor 1 ITS Herman Sasongko mengungkapkan, program beasiswa fast track memang ditujukan untuk mendukung program pascasarjana di ITS. Pasalnya, mahasiswa jumlah mahasiswa S-2 tidak mencapai 10 persen dari total mahasiswa S-1 yang berjumlah 17 ribu.</p>
<p>&#8220;Keadaan ini masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Apalagi saat ini tenaga kerja dan industri belum terintegrasi, maka banyak orang belum yakin mau melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi,&#8221; kata Herman seperti dilansir dari ITS online, Sabtu (21/1/2012).</p>
<p>Maka, kata Herman, beasiswa fast track dirasa sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. &#8220;Ke depan, kami akan mendorong mahasiswa melalui beasiswa sejenis fast track lokal. Misalnya, beasiswa bagi mahasiswa yang memperoleh prestasi cumlaude,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menyebutkan, melalui beasiswa itu, akses mahasiswa intuk melanjutkan S-2 akan dipermudah melalui beasiswa join degree dengan universitas di luar negeri, seperti Jerman dan Prancis. Konsep ini kemungkinan serupa dengan sistem beasiswa fast track Jerman dan Prancis. Namun, untuk beasiswa lokal akan diupayakan sendiri oleh ITS.</p>
<p>&#8221;Program beasiswa fast track tidak dimulai tahun ini. Insya Allah pada 2013 baru akan dilaksanakan,&#8221; tutur salah satu Guru Besar Fakultas Teknik Industri (FTI) ITS ini.</p>
<p>Kurikulum program pascasarjana regular ini dalam perencanaannya disesuaikan dengan keperluan spesifik dari beberapa industri. &#8221;Misalnya, pascasarjana pembangkit daya petrokimia atau pascasarjana telekomunikasi,&#8221; kata Herman menjelaskan.</p>
<p>Pada intinya, Herman memotivasi mahasiswa ITS untuk meninggikan semangatnya dalam menuntut ilmu. &#8221;Institusi membutuhkan sesuatu untuk dilakukan bersama, yakni antara mahasiswa dan institusi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Herman mengungkapkan, jika memungkinkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tidak hanya untuk menjaring calon mahasiswa program sarjana saja tapi hingga S-2. &#8221;Jadi, sekali mengikuti SNMPTN, bisa untuk mengikuti perkuliahan 10 semester hingga lulus S2,&#8221; katanya.</p></div>
<div></div>
<div style="text-align: center;"><a title="Tarik Minat Mahasiswa S-2, ITS Ciptakan Beasiswa Fast Track Lokal" href="http://www.its.ac.id" target="_blank">SUMBER</a></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/tarik-minat-mahasiswa-s-2-its-ciptakan-beasiswa-fast-track-lokal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ITS-Ceko Siap Jalin Kerjasama</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/its-ceko-siap-jalin-kerjasama</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/its-ceko-siap-jalin-kerjasama#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1262</guid>
		<description><![CDATA[Mendapat amanah sebagai Duta Besar (Dubes) baru Republik Ceko untuk Indonesia, Tomas Smetanka langsung menemui pimpinan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada hari Selasa (24/01). Selain memperkenalkan diri, berbagai bahasan penting terkait hubungan internal dua negara, Indonesia dan Ceko, pun turut dikupas. Gedung Rektorat, ITS Online &#8211; Setelah melakukan beberapa pertemuan dengan pejabat kenegaraan Indonesia,  saat ini giliran ITS untuk dikunjungi. Meski terbilang cukup singkat, pertemuan tersebut mendapat perhatian khusus dari para pimpinan ITS. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="600" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>Mendapat amanah sebagai Duta Besar (Dubes) baru Republik Ceko untuk Indonesia, Tomas Smetanka langsung menemui pimpinan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada hari Selasa (24/01). Selain memperkenalkan diri, berbagai bahasan penting terkait hubungan internal dua negara, Indonesia dan Ceko, pun turut dikupas.</div>
</td>
<td>
<div id="news-picture"><img src="http://www.its.ac.id/image.php?id=9660" alt="" name="gbrKecil" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2">
<div><strong>Gedung Rektorat, ITS Online</strong> &#8211; Setelah melakukan beberapa pertemuan dengan pejabat kenegaraan Indonesia,  saat ini giliran ITS untuk dikunjungi. Meski terbilang cukup singkat, pertemuan tersebut mendapat perhatian khusus dari para pimpinan ITS. Tak heran, sambutan hangat pun hadir dari Rektor dan para Pembantu Rektor (PR) ITS.</p>
<p>Secara khusus, tujuan utama Tomas mendatangi ITS memang sebatas perkenalan akan dirinya. Namun, ia juga memaparkan tujuan sekundernya adalah ingin memfasilitasi terbentuknya kerjasama ITS dengan Ceko. Hal senada juga diungkapkan Rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA. &#8220;Saat ini belum pernah ada kerjasama dengan Ceko,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kerjasama ini sendiri merupakan implementasi strategis dari salah satu keputusan yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Amerika Eropa Departemen Luar Negeri, Retno L P Marsudi dengan Vlastimil Lorenz, Deputi Menteri Perdagangan dan Perindustrian Ceko pada Agustus 2009 lalu. Dimana salah satu hal yang disepakati adalah pengembangan kerjasama bidang pendidikan dengan meningkatkan hubungan antar universitas.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, ITS tentu tidak akan membuang kesempatan yang ada. &#8220;Segera mungkin kami akan menyusun pertemuan langsung dengan Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Ceko,&#8221; ujar Tri Yogi.</p>
<p>Ia menjelaskan pula bahwa pertemuan dengan Dubes itu belum sepenuhnya menjadi sebuah kepastian terhadap kerjasama yang akan dijalani. Kepastian tersebut akan terjawab jika dari pihak ITS sudah menemui langsung PT di Ceko.</p></div>
<div></div>
<div style="text-align: center;"><a title="ITS-Ceko Siap Jalin Kerjasama" href="http://www.its.ac.id" target="_blank">SUMBER</a></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/its-ceko-siap-jalin-kerjasama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampah Jadi Bahan Baku Semen</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/sampah-jadi-bahan-baku-semen-2</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/sampah-jadi-bahan-baku-semen-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1260</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengatasi persoalan sampah di Yogyakarta, pemerintah setempat bekerjasama dengan kedutaan Inggris dan Perancis tengah mengembangkan teknologi Refuse Derifed Fuel (RDF). Teknologi ini memungkinkan untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar industri semen. Sampah yang akan diolah, papar Manager Kartamantul, Ferry Anggoro Suryo Kusumo, adalah sampah yang terdapat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan Bantul. &#8220;Dengan teknologi ini akan membantu pengurangan volume sampah di TPA Piyungan hingga 10 persen residu saja,&#8221; kata Ferry di Kompleks Kepatihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengatasi persoalan sampah di Yogyakarta, pemerintah setempat bekerjasama dengan kedutaan Inggris dan Perancis tengah mengembangkan teknologi Refuse Derifed Fuel (RDF). Teknologi ini memungkinkan untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar industri semen.</p>
<p>Sampah yang akan diolah, papar Manager Kartamantul, Ferry Anggoro Suryo Kusumo, adalah sampah yang terdapat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan Bantul. &#8220;Dengan teknologi ini akan membantu pengurangan volume sampah di TPA Piyungan hingga 10 persen residu saja,&#8221; kata Ferry di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur Yogyakarta, Selasa (24/1).</p>
<p>Ia melanjutkan, teknologi ini akan mengubah sampah menjadi batu bara muda. Teknologi ini sudah banyak dimanfaatkan oleh negara &#8211; negara di Eropa dan Asia seperti Korea, Jepang, Inggris, dan Perancis.</p>
<p>&#8220;Saat ini industri semen kan menggunakan bahan bakar batu bara, maka akan disubstitusi dengan hasil RDF itu. Kalau sehari jumlah sampah mencapai  350 ton sehari itu bisa langsung diolah dan residunya berupa abu. Residu sendiri rekomendasinya bisa diolah menjadi macam-macam seperti untuk bahan konblok,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, pemerintah Yogyakarta ikut menggandeng Jepang untuk turut mengatasi persoalan sampah. Dengan Jepang-lah, teknologi capture metan dikembangkan. Teknologi ini digunakan untuk menangkap gas metan dari sampah yang sifatnya lebih berbahaya dari CO2.</p>
<p>&#8220;Gas metan yang dihasilkan sampah, sifatnya 21 kali lipat lebih membahayakan dibanding CO2. Dengan teknologi capture metan, gas akan di-clearing dan dinetralisasi, meski belum di-generate sebagai produk baru,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk teknologi capture metan ini akan memanfaatkan sekitar 12,5 hektar lahan di TPA Piyungan, sedangkan teknologi RDF akan memanfaatkan lima hektar lahan.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Sampah Jadi Bahan Baku Semen" href="http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/2671/sampah-jadi-bahan-baku-semen" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/sampah-jadi-bahan-baku-semen-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi PKM didanai</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/sosialisasi-pkm-didanai</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/sosialisasi-pkm-didanai#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 08:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1253</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman yang PKMnya didanai, silahkan datang ke sosialisasi PKM didanai. Tempat : pascasarjana lantai 3 Waktu: Selasa, 24 Januari 2012 10.00-12.00 (FTSP, FTK, FMIPA, FTIF) catatan : setiap tim diwakili 2 orang (WAJIB)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman yang PKMnya didanai,<br />
silahkan datang ke sosialisasi PKM didanai.</p>
<p>Tempat : pascasarjana lantai 3<br />
Waktu:</p>
<p>Selasa, 24 Januari 2012</p>
<p>10.00-12.00 (FTSP, FTK, FMIPA, FTIF)</p>
<blockquote>
<p>catatan : setiap tim diwakili 2 orang (WAJIB)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/sosialisasi-pkm-didanai/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juara 2 LKTI HMP-BP FKIP Universitas Brawijaya Malang</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/juara-2-lkti-hmp-bp-fkip-universitas-brawijaya-malang</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/juara-2-lkti-hmp-bp-fkip-universitas-brawijaya-malang#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 08:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Lingkungan ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1250</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Kepada : I Made Wahyu Wijaya ( L &#8211; 28 ) I Komang Adi Putra ( L &#8211; 28 ) Triyono ( L &#8211; 27 ) JUARA II LKTI HMP-BP FKIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Dengan Tema : IMPLEMENTASI ECO-AQUACULTURE MELALUI PANDAWA 5 ( Program Pemberdayaan Masyarakat Berwawasan Lingkungan ) dalam Upaya Optimalisasi Potensi Wilayah Pesisir Bangkalan, Madura]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Selamat Kepada :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>I Made Wahyu Wijaya ( L &#8211; 28 )<br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>I Komang Adi Putra ( L &#8211; 28 )</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Triyono ( L &#8211; 27 )</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>JUARA II LKTI HMP-BP FKIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG</strong></p>
<p style="text-align: center;">Dengan Tema : <strong>IMPLEMENTASI ECO-AQUACULTURE MELALUI PANDAWA 5 ( Program Pemberdayaan Masyarakat Berwawasan Lingkungan ) dalam Upaya Optimalisasi Potensi Wilayah Pesisir Bangkalan, Madura</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/juara-2-lkti-hmp-bp-fkip-universitas-brawijaya-malang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ITS Bangun Dua Gedung Bertingkat 11 Lantai</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/its-bangun-dua-gedung-bertingkat-11-lantai</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/its-bangun-dua-gedung-bertingkat-11-lantai#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 01:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1246</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki tahun 2012, rupanya ITS telah mempersiapkan sejumlah agenda besar berkenaan dengan pembangunan fisik kampus. Sedikitnya, terdapat tiga gedung baru yang akan dibangun di kampus ITS Sukolilo. Tak hanya itu, gedung pusat pelatihan di kawasan Sidoarjo juga turut melengkapi proses pembangunan ini. &#160; Kampus ITS, ITS Online - &#8221;Tahun ini (2012, red), ITS segera melaksanakan empat pembagunan besar,&#8221; ujar Ir Muhammad Faqih MSA PhD selaku Pembantu Rektor II ITS. Empat bangunan itu antara lain, Gedung Research [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Memasuki tahun 2012, rupanya ITS telah mempersiapkan sejumlah agenda besar berkenaan dengan pembangunan fisik kampus. Sedikitnya, terdapat tiga gedung baru yang akan dibangun di kampus ITS Sukolilo. Tak hanya itu, gedung pusat pelatihan di kawasan Sidoarjo juga turut melengkapi proses pembangunan ini.</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kampus ITS, ITS Online</strong> - &#8221;Tahun ini (2012, red), ITS segera melaksanakan empat pembagunan besar,&#8221; ujar Ir Muhammad Faqih MSA PhD selaku Pembantu Rektor II ITS. Empat bangunan itu antara lain, Gedung Research Center, Gedung MIPA Tower, Gedung Jurusan Teknik Industri, dan Pusat Pelatihan Teknologi Vokasi yang akan dibangun di kawasan Buncitan, Sidoarjo.</p>
<p>Secara khusus, Gedung Research Center dan MIPA tower didesain bertingkat 11 lantai. Untuk Research Center, rencananya akan didirikan di depan Gedung Pasca Sarjana. Sedangkan, MIPA Tower berlokasi di kawasan kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Masing-masing bangunan bertingkat itu dianggarkan dengan biaya Rp 157 milyar untuk Gedung Research Center dan Rp 125 milyar untuk Gedung MIPA Tower.</p>
<p>Pada Gedung Research Center, nantinya akan terdapat sejumlah laboratorium dan pusat studi riset yang tergabung dalam tujuh Pusat Studi Riset Unggulan ITS. Pembangunan ini memang selaras dengan tujuan ITS menjadi universitas riset pada tahun 2017. &#8221;Laboratorium-laboratorium yang multi disiplin akan berada di Research Center. Selain itu, di gedung ini terdapat pula ruang pamer untuk menampilkan karya-karya ITS,&#8221; tutur Faqih.</p>
<p>Ketujuh pusat studi riset yang akan berada di Gedung Research Center ini adalah Pusat Studi Riset Kelautan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Transportasi dan Logistik, Material dan Nanoteknologi, Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim, Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, Sains Dasar dan Terapan, serta Pusat Studi Inovasi Bisnis.</p>
<p>Disisi lain, pembangunan gedung Jurusan Teknik Industri yang dianggarkan sebesar Rp 50 milyar juga akan segera dilaksanakan tahun ini. Gedung perkuliahan itu akan didirikan bersebelahan dengan gedung Jurusan Teknik Material dan Metalurgi. &#8221;Sebenarnya kami merencanakan lima pembangunan besar, namun untuk pembangunan gedung Fakultas Sains Terapan ternyata masih belum disetujui,&#8221; pungkasnya. (ald/esy)</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=9617" target="_blank">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/its-bangun-dua-gedung-bertingkat-11-lantai/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Kepada Mahasiswa/i TL yang PKM-nya didanai</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/selamat-kepada-mahasiswai-tl-yang-pkm-nya-didanai</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/selamat-kepada-mahasiswai-tl-yang-pkm-nya-didanai#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 01:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Lingkungan ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[PKM-K : 1. Abdul Hamid 2. Endah Kusuma Wardahni 3. Resty Mustika Maharani 4. Susi Kurniawati PKM-KC : 1. Chrissantya Kadmaerubun PKM-M : 1. Anshah Silmi Afifah PKM-P : 1. Aulia Nur Veiny 2. Azimah Ulya (Azimah Mumtaz) PKM-T : 1. Qorry Nugrahayu 2. Sukmaputri Sadewa yang PKM nya belum Lolos, silahkan berjuang dalam PKM-GT !! ayo rekk, Sukseskan 1000 PKM-GT/AI !! VIVAT !!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PKM-K :<br />
1. Abdul Hamid<br />
2. Endah Kusuma Wardahni<br />
3. Resty Mustika Maharani<br />
4. Susi Kurniawati</p>
<p>PKM-KC :<br />
1. Chrissantya Kadmaerubun</p>
<p>PKM-M :<br />
1. Anshah Silmi Afifah</p>
<p>PKM-P :<br />
1. Aulia Nur Veiny<br />
2. Azimah Ulya (Azimah Mumtaz)</p>
<p>PKM-T :<br />
1. Qorry Nugrahayu<br />
2. Sukmaputri Sadewa</p>
<p>yang PKM nya belum Lolos, silahkan berjuang dalam PKM-GT !!<br />
ayo rekk, Sukseskan 1000 PKM-GT/AI !!<br />
VIVAT !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/selamat-kepada-mahasiswai-tl-yang-pkm-nya-didanai/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKM Didanai Meningkat, ITS Akan Adakan Sistem Kontrak</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/pkm-didanai-meningkat-its-akan-adakan-sistem-kontrak</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/pkm-didanai-meningkat-its-akan-adakan-sistem-kontrak#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 01:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini, jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ITS yang didanai DIKTI mengalami peningkatan  signifikan. Tercatat sebanyak 583 proposal dari 1589 judul PKM berhasil mendapatkan dana hibah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang meloloskan 295 proposal dari 1122 proposal. Jumlah tersebut membawa ITS berada di peringkat kedua nasional untuk proposal PKM didanai terbanyak dari DIKTI. Kampus ITS, ITS Online - Signifikansi kenaikan jumlah proposal didanai hampir terjadi di setiap bidang PKM. Antara lain PKM  bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ini, jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ITS yang didanai DIKTI mengalami peningkatan  signifikan. Tercatat sebanyak 583 proposal dari 1589 judul PKM berhasil mendapatkan dana hibah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang meloloskan 295 proposal dari 1122 proposal. Jumlah tersebut membawa ITS berada di peringkat kedua nasional untuk proposal PKM didanai terbanyak dari DIKTI.</p>
<p><strong>Kampus ITS, ITS Online</strong> - Signifikansi kenaikan jumlah proposal didanai hampir terjadi di setiap bidang PKM. Antara lain PKM  bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) sebanyak 74 judul dan PKM bidang Teknologi (PKMT) sebanyak 50 judul.</p>
<p>Kenaikan paling signifikan terjadi pada PKM bidang Penelitian (PKMP) dan PKM bidang Kewirausahaan (PKMK). PKMP tahun sebelumnya didanai sebanyak 85 proposal, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 184 proposal. Demikian pula dengan PKMK, jika tahun lalu 80 judul proposal didanai, tahun ini meningkat tajam menjadi  189 proposal.</p>
<p>Fenomena menarik justru terjadi pada PKM Karsa Cipta (PKMKC). Meskipun PKM jenis ini baru dirilis DIKTI tahun 2012 ini, kehadirannya mendapat apresiasi peminat cukup tinggi di kalangan mahsiswa ITS. Dari 275 proposal PKMKC yang terkirim, sekitar 42 persennya atau 116  mendapat dana hibah dari DIKTI.</p>
<p>Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS Muhammad Dhanar Such Rufi Fajri mengungkapkan, keberhasilan peningkatan jumlah PKM didanai ini merupakan keberhasilan Kemenristek BEM periode sebelumnya. Keberhasilan ini juga tak lepas dari peran dan koordinasi antara Tim Penalaran ITS, Kemenristek BEM, serta HMJ setiap jurusan.</p>
<p>Peningkatan jumlah proposal PKM didanai ini rencananya akan diikuti dengan pemberlakuan sistem kontroling baru. &#8221;ITS akan memberlakukan sistem kontrak dengan para pelaksana PKM, mereka yang tidak mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) DIKTI bisa terkena sanksi,&#8221; terang Sunarto, Kepala Sub Bagian Minat Penalaran dan Informasi.</p>
<p>Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, permasalahan terletak pada konsistensi mahasiswa untuk menyelesaikan realisasi proposal PKM mereka. &#8221;Kemarin saja ada lima kelompok yang tidak mengumpulkan laporan akhir dan ada satu kelompok tidak mengerjakan sama sekali,&#8221; ungkap Narto.</p>
<p>Rencana pemberlakuan sistem ini bertujuan agar mahasiswa lebih bertanggung jawab dengan program PKM yang mereka rancang sendiri. Dengan diperketatnya sistem kontroling PKM ini, Narto berharap tidak akan terulang kasus yang sama seperti pelaksanaan program PKM tahun lalu. Selain itu ITS akan melibatkan lebih banyak dosen dalam proses monitoring pelaksana PKM.</p>
<p>&#8221;Tahun kemarin sekitar 60 dosen dilibatkan, tahun ini akan ada lebih dari 60 dosen agar prosesnya lebih maksimal,&#8221; tandas Narto. Rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh tim penalaran ITS dalam rapat bersama Kementrian Ristek BEM ITS. (anl/fz)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=9618" target="_blank">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/pkm-didanai-meningkat-its-akan-adakan-sistem-kontrak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Statuta Baru, PENS dan PPNS Lepas dari ITS</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/statuta-baru-pens-dan-ppns-lepas-dari-its</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/statuta-baru-pens-dan-ppns-lepas-dari-its#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 00:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1238</guid>
		<description><![CDATA[Statuta ITS tidak pernah berubah sejak tahun 1992. Perubahan statuta ITS baru dilaksanakan setelah selama 19 tahun setelahnya. Tahun 2011 ini keluar statuta baru, salah satu perubahan tersebut menyebutkan bahwa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) tidak termasuk di dalam ITS lagi. Dua Politeknik tersebut berdiri sendiri tertanggal sejak statuta baru diberlakukan. &#160; &#160; Rektorat ITS, ITS Online - Sejak dua politeknik besar tersebut berdiri hingga tahun 2011, dua politeknik ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><img class="alignright" style="border-style: initial; border-color: initial; line-height: normal; font-size: small;" src="http://its.ac.id/image.php?id=9631" alt="" width="172" height="165" /><span style="font-size: small;"><span style="line-height: normal;">Statuta ITS tidak pernah berubah sejak tahun 1992. Perubahan statuta ITS baru dilaksanakan setelah selama 19 tahun setelahnya. Tahun 2011 ini keluar statuta baru, salah satu perubahan tersebut menyebutkan bahwa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) tidak termasuk di dalam ITS lagi. Dua Politeknik tersebut berdiri sendiri tertanggal sejak statuta baru diberlakukan.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: small;"><span style="line-height: normal;"><br />
</span></span></p></blockquote>
<p><strong>Rektorat ITS, ITS Online</strong> - Sejak dua politeknik besar tersebut berdiri hingga tahun 2011, dua politeknik ini berada dalam satu naungan yakni ITS. Namun, dengan berlakunya statuta baru ITS, sekarang masing-masing telah berdiri sendiri. Rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA menerangkan bahwa pada dasarnya, antara ITS dengan politeknik ini adalah dua institusi yang berbeda.</p>
<p>Tri Yogi pun memberikan contoh beberapa politeknik yang juga lepas dari insitusi yang membinanya. Di antara contohnya adalah Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) yang dulunya di bawah Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan nama Politeknik ITB. &#8220;Sehingga, tidak ada alasan khusus mengapa politeknik harus berdiri sendiri,&#8221; pungkasnya cukup yakin.</p>
<p>Di sisi lain, Tri Yogi menyebutkan bahwa statuta politeknik yang seharusnya akan menguatkan belum keluar. &#8220;Statuta masing-masing politeknik belum keluar, jika dalam statuta ITS, Politeknik sudah lepas, kemungkinan besar dalam statuta politeknik juga,&#8221; ujarnya menjelaskan.</p>
<p>Dulunya jabatan dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, Direktur dua politeknik ini ada dibawah Rektor ITS. Padahal, level antara Direktur politeknik dan Rektor ITS tersebut sama. Sehingga, ada kesulitan secara organisasi. Mulai dari Desember tahun lalu, semuanya resmi berubah. &#8220;Direktur Politeknik tidak lagi ada di bawah jabatan Rektor ITS,&#8221; ujar dosen Jurusan Teknik Mesin tersebut.</p>
<p>Begitu pula dalam penerimaan mahasiswa baru politeknik. Sebelum statuta berubah, penerimaan mahasiswa baru politeknik dilaksanakan bersama dengan ITS. Mahasiswa baru politeknik pun juga diresmikan oleh Rektor ITS. &#8220;Dengan peraturan baru ini, mulai tahun ajaran 2012 politeknik mengadakan penerimaan mahasiswa sendiri,&#8221; pungkasnya menjelaskan.</p>
<p>Tidak hanya penerimaan mahasiswa baru, wisuda politeknik pun juga diresmikan oleh Rektor ITS. Tri Yogi menjelaskan bahwa dalam masa perubahan ini terdapat tiga angkatan transisi yang sedang menempuh studi kuliahnya. Mahasiswa tersebut masuk ke politeknik diresmikan oleh Rektor ITS, sehingga dalam wisuda kelulusannya nanti juga akan diresmikan oleh ITS. Tiga angkatan tersebut adalah angkatan 2009, 2010 dan 2011. &#8220;Mulai dari mahasiswa angkatan 2012 ini tidak akan ada campur tangan Rektor ITS lagi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Terkait dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Tri Yogi mengungkapkan bahwa seharusnya ormawa politeknik juga lepas dari ITS. &#8220;Itu semua tergantung pada statuta ITS, sehingga seharusnya lepas juga,&#8221; ujarnya menerangkan. &#8220;Semoga berdiri sendiri membawa perkembangan baik untuk PENS dan PPNS,&#8221; pungkas Tri Yogi. (fin/el)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://its.ac.id/berita.php?nomer=9631" target="_blank">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/statuta-baru-pens-dan-ppns-lepas-dari-its/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayangilah Bumi Kita Ini</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/sayangilah-bumi-kita-ini</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/sayangilah-bumi-kita-ini#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 11:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1235</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kita pernah tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di Bumi mulai dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meninggal. Kita sangat berhutang budi pada Bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini. Tetapi, berapa banyak kita telah mengotori Bumi, merusak Bumi, dan membuat Bumi ini menjadi tidak indah lagi? Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita sangat merusak Bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada Bumi yang telah berjasa banyak pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="sayangilah bumi kita ini" src="http://www.artikellingkunganhidup.com/wp-content/uploads/2011/10/manajemen-bumi-kita-compressed-300x300.gif" alt="artikel bumi" width="300" height="300" />Apakah kita pernah tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di Bumi mulai dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meninggal. Kita sangat berhutang budi pada Bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini.</p>
<p>Tetapi, berapa banyak kita telah mengotori Bumi, merusak Bumi, dan membuat Bumi ini menjadi tidak indah lagi? Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita sangat merusak Bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada Bumi yang telah berjasa banyak pada Bumi.</p>
<p>Oleh karena itu, kita harus mulai mengubah hidup kita agar perbuatan kita ini tidak lagi merusak Bumi. Tentunya kita adalah manusia yang tidak dapat melakukan semua hal. Jadi, kita cukup melakukan perbuatan yang dapat kita lakukan dan tidak perlu memaksakan diri. Jika kita hanya dapat berbuat hal-hal yang sederhana, ya kita lakukan hal sederhana tersebut. Jangan hanya karena hal sederhana yang bis kita lakukan, kita malu untuk melakukannya sehingga kita tidak melakukan apa-apa. Tetapi juga kita harus mengembangkan diri supaya bisa melakukan hal yang lebih besar lagi. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan.</p>
<p>Hal-hal kecil yang dapat kita lakukan misalnya adalah membuang sampah pada tempatnya, melakukan penghematan listrik, menghemat Bahan Bakar Minyak dan masih banyak lagi.</p>
<p>Mungkin kita sudah bosan dengan kata-kata “Buanglah Sampah Pada Tempatnya”. Kita mendengar kata-kata itu sejak kita kecil sampai dewasa. Tetapi apakah kita sudah melakukan hal yang kita anggap sederhana tersebut? Mungkin ya, mungkin tidak. Kadang-kadang untuk sampah yang besar kita ingat, tetapi jika sampahnya kecil seperti sobekan kertas, plastik, atau bungkus snack, kita membuangnya begirtu saja. Jika kita ada di kelas, maka kita taruh sampah tersebut dikolong meja. jika ada diangkot maka ditaruh dibawah tempat duduk.</p>
<p>Hal itu tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Itu menandakan bahwa yang terpenting adalah kesadaran diri. Usia tidak berpengaruh pada sikap seseorang. Yang paling berpengaruh adalah kesadaran. Itu yang paling penting. Begitu juga dengan penggunaan listrik dan air. Kita selalu menganggap bahwa lebih banyak orang yang menggunakan air lebih banyak dari diri kita sendiri sehingga kita berpikir kalaupun kita menghemat, tetap saja tidak akan berguna. Itu adalah pemikiran yang salah. Jika semua orang berfikir itu, maka tidak akan ada yang berhemat bukan? Kita harus menanamkan pikiran segala sesuatu hal yang baik itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan menunggu orang lain untuik berbuat hal kebaikan.</p>
<p>Oleh karena itu, maka untuk menjaga lingkungan kita ini, lingkungan Bumi kita yang tercinta ini, lakukanlah suatu hal yang kecil karena sesuatu yang besar itu tidak ada sebelum ada hal yang kecil. Jika hal kecil itu dilakukan oleh banyak orang, maka hal kecil itu akan menjadi hal yang besar. Jika seribu orang membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan, maka daerah tersebut akan menjadi bersih. Tetapi jika seribu orang membuang sampah sembarangan, maka tentunya daerah itu akan sangat kotor sekali.</p>
<p>Jadi, janganlah pernah meremehkan hal-hal kecil seperti menghemat listrik, menghemat air, menghemat BBM, atau membuang sampah pada tempatnya. Lakukan mulai dari diri sendiri lalu tularkanlah pada orang-orang disekitar anda. Jadilha sahabat Bumi dan cintailah Bumi ini. Semoga jika kita telah melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan, Bumi ini kembali indah, sejuk, segar dan udaranya nyaman sehingga ita semakin senang hidup di Bumi ini. JADILAH SAHABAT BUMI!</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Sayangilah Bumi Kita Ini" href="http://www.artikellingkunganhidup.com" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/sayangilah-bumi-kita-ini/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Lingkungan Hidup itu Wajib!</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/pengelolaan-lingkungan-hidup-itu-wajib</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/pengelolaan-lingkungan-hidup-itu-wajib#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 11:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1232</guid>
		<description><![CDATA[Usaha melestarikan lingkungan dari pengaruh dampak pembangunan adalah salah satu usaha yang perlu dijalankan. Pengelolaan lingkungan yang baik dapat mencegah kerusakan lingkungan akibat suatu proyek pembangunan. Pengelolaan yang baik menjaga ekosistem dengan mencegah berlangsungnya pembangunan, sebab pembangunan itu perlu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Jadi, yang penting disini adalah membangun dengan berdasarkan wawasan lingkungan bukan membangun yang berwawasan ekonomi semata. Sesuai dengan dampak yang diduga akan terjadi, maka ditetapkan cara pengelolaan yang bagaimana yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Usaha melestarikan lingkungan dari pengaruh dampak pembangunan adalah salah satu usaha yang perlu dijalankan. Pengelolaan lingkungan yang baik dapat mencegah kerusakan lingkungan akibat suatu proyek pembangunan. Pengelolaan yang baik menjaga ekosistem dengan mencegah berlangsungnya pembangunan, sebab pembangunan itu perlu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Jadi, yang penting disini adalah membangun dengan berdasarkan wawasan lingkungan bukan membangun yang berwawasan ekonomi semata.</p>
<p>Sesuai dengan dampak yang diduga akan terjadi, maka ditetapkan cara pengelolaan yang bagaimana yang akan di lakukan agar tepat guna. Teknologi yang akan digunakan, ditetapkan berdasarkan prinsip efektif, efisien dengan biaya murahan agar dapat ditanggulangi dari hasil proyek tanpa harus menderita kerugian. proyek berjalan dengan baik disertai keuntungan yang tetap utuh.</p>
<p>Tujuan dari pengelolaan lingkungan di sini terutama mencegah kemunduran populasi sumber daya alam yang dikelola dan sumber daya alam lainnya yang ada disekitarnya dan mencegah pencemaran limbah/polutan yang membahayakan.</p>
<p>Pengelolaan sumber daya alam</p>
<p>Pengelolaan sumber daya alam mencakup beberapa upaya yang dilakukan secara terpadu dan bertahap. Upaya ini disebut sebagai upaya terpadu karena dalam pengelolaan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan bersama-sama yaiut:</p>
<ul>
<li>kegiatan pemanfaatan;</li>
<li>kegiatan pengendalian;</li>
<li>kegiatanpengawasan;</li>
<li>kegiatan pemuluhan;</li>
<li>dan kegiatan pengembagnan lingkungan.</li>
</ul>
<p>Dengan melaksanakan urutan kegiatan-kegitan seperti tersebut di atas, maka kualitas lingkungan dapat dijaga kelestariannya, agar selanjutnya dapat tetap mendukung kesejahteraan manusia. Di sini haruslah pula disertai mental dari si pengelola yang dengan segala tanggung jawab dan kesadaran harus berusaha memelihara sumber daya alam yang tersedia untuk mengelola hingga masa yang akan datang.</p>
<p>Pengelolaan lingkungan merupakan upaya yang dilakukan secara bertahap karena tindakan dalam pengelolaan diawali dengan: penyusunan rencana, disusul dengan tahap pelaksanaan yang berupa pemanfaatan, pengendalian, dan pengembangan lingkungan untuk menjaga kelestarian kualitas lingkungan.</p>
<p>Bila kit akaji selanjutnya, maka pengelolaan lingkungan berasaskan pelestarian kemampuan lingkungan agar serasi dan seimbang untuk mendukung kesejahteraan manusia.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Pengelolaan Lingkungan Hidup itu Wajib" href="http://www.artikellingkunganhidup.com" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/pengelolaan-lingkungan-hidup-itu-wajib/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi Pengurang Curah Hujan</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/teknologi-pengurang-curah-hujan</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/teknologi-pengurang-curah-hujan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 11:28:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[Hujan deras dan angin kencang belakangan menghantui warga Ibu Kota Jakarta. Cuaca ekstrem seperti ini juga kerap menumbangkan pohon serta papan reklame, yang merusak kendaraan atau bahkan menumbangkan korban jiwa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi kondisi seperti ini masih akan terjadi hingga Februari. Anda tak perlu khawatir. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ternyata memiliki teknologi untuk menanggulangi dampak cuaca buruk. Teknologi ini mampu mengurangi curah hujan 30 hingga 90 persen, tergantung luas wilayah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hujan deras dan angin kencang belakangan menghantui warga Ibu Kota Jakarta. Cuaca ekstrem seperti ini juga kerap menumbangkan pohon serta papan reklame, yang merusak kendaraan atau bahkan menumbangkan korban jiwa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi kondisi seperti ini masih akan terjadi hingga Februari.</p>
<p>Anda tak perlu khawatir. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ternyata memiliki teknologi untuk menanggulangi dampak cuaca buruk. Teknologi ini mampu mengurangi curah hujan 30 hingga 90 persen, tergantung luas wilayah.</p>
<p>&#8220;Nah, bagaimana kalau misalnya awan-awan yang bergerak dari laut ke Jakarta, dijatuhkan di Laut Jawa,&#8221; ucap Direktur Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Samsul Bahri seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (9/1). &#8220;Bagaimana awan-awan sebelum masuk DAS Ciliwung, dijatuhkan di Waduk Jatiluhur atau Citara atau Saguling. Konsepnya seperti itu.&#8221;</p>
<p>Teknologi yang disebut modifikasi cuaca ini sebenarnya sudah diuji BPPT saat pelaksanaan SEA Games di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Untuk satu hari penggunaan teknologi, dibutuhkan sekitar Rp 115 juta. Itu adalah biaya operasional pesawat jenis Cassa dan sejumlah bahan kimia, seperti natrium klorida yang mampu mempercepat proses hujan.</p>
<p>Tidak murah memang. Namun BPPT berencana menerapkan teknologi ini di wilayah DKI Jakarta pada pertengahan Februari mendatang.(WIL/YUS)</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Teknologi Pengurang Curah Hujan" href="http://www.liputan6.com" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/teknologi-pengurang-curah-hujan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ITS Awali Tradisi Bersepeda Kayuh di Kampus</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/its-awali-tradisi-bersepeda-kayuh-di-kampus</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/its-awali-tradisi-bersepeda-kayuh-di-kampus#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan mengawali tradisi bersepeda dengan menyediakan 500-600 sepeda kayuh dari lapangan parkir Grha ITS ke berbagai jurusan. &#8220;Tahun depan, akan dimulai car free hours di ITS. Akan disediakan sedikitnya 200 sepeda kayuh untuk sementara waktu yang digunakan pada hari dan jam tertentu,&#8221; kata Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA, Rektor ITS, Jumat (23/12/2011) seperti dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net. Selain itu nantinya di setiap fakultas juga akan ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan mengawali tradisi bersepeda dengan menyediakan 500-600 sepeda kayuh dari lapangan parkir Grha ITS ke berbagai jurusan.<br />
&#8220;Tahun depan, akan dimulai <em>car free hours</em> di ITS. Akan disediakan sedikitnya 200 sepeda kayuh untuk sementara waktu yang digunakan pada hari dan jam tertentu,&#8221; kata Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA, Rektor ITS, Jumat (23/12/2011) seperti dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net.</p>
<p>Selain itu nantinya di setiap fakultas juga akan ada kawasan tanaman yang berbeda, seperti kawasan tanaman langka (juwet, manggis, klampis, dan sebagainya), kawasan tanaman produktif (mangga) yang melibatkan masyarakat sekitar kampus, kawasan pengamatan burung, dan laboratorium alam untuk sarana penelitian bagi mahasiswa Biologi dari berbagai universitas.</p>
<p>Untuk gedung yang baru atau akan dibangun, akan didesain dengan konsep greenbuilding sehingga nanti tidak akan menggunakan AC di ruang-ruang perkuliahan, sedangkan di luar gedung akan ada jalur sepeda dan sarana transportasi seperti kereta kelinci yang menghubungkan antar-jurusan dalam jadwal waktu yang terprogram.</p>
<p>Untuk mengawali menjadikan kampus ITS berbasis lingkungan, telah digelar program Gugur Gunung (G2) di Plaza Dr Angka ITS. G2 hari ini diikuti semua civitas akademika mulai dari dosen, karyawan, dan mahasiswa. Ini merupakan lanjutan G2 yang telah dilaksanakan September lalu.</p>
<p>G2 merupakan program penghijauan kampus secara terpadu hingga lima tahun ke depan melalui delapan program Eco-Campus yang berkelanjutan, hingga ITS menjadi kampus yang mendukung pemulihan energi yang rusak.</p>
<p>Kedelapan program Eco-Campus adalah revitalisasi masterplan ITS (gedung baru yang hemat energi), sosio-engineering (rekayasa teknologi hemat energi seperti kartu listrik di hotel atau listrik mati otomatis), gerakan internal (bersepeda di kampus), effisiensi air (zonaisasi meteran air per-fakultas), efisiensi listrik, pengelolaan sampah terpadu (composting center), hutan kampus terpadu, dan wahana internal kampus (kereta antar-jurusan).</p>
<p style="text-align: center;"><a title="ITS Awali Bersepeda Kayuh di Kampus" href="http://www.its.ac.id" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/its-awali-tradisi-bersepeda-kayuh-di-kampus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kotoran Gajah di Bali Diubah Jadi Kertas Berkualitas</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/kotoran-gajah-di-bali-diubah-jadi-kertas-berkualitas</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/kotoran-gajah-di-bali-diubah-jadi-kertas-berkualitas#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Gajah-gajah di Bali Safari and Marine Park berperan besar dalam pelestarian sumber daya alam. Pasalnya, gajah-gajah ini menghasilkan kotoran yang diubah menjadi kertas berkualitas. Proyek perubahan kotoran menjadi kertas ini dipelopori mantan petugas kebun binatang Australia, Tim Husband. Ia melihat jika kotoran gajah yang penuh dengan serat bisa dijadikan kertas dengan cara memberi makan 180 kilogram rumput per hari ke setiap gajah. Makanan sebanyak ini menghasilkan 100 kilogram kotoran per hari. Dengan bantuan warga sekitar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gajah-gajah di Bali Safari and Marine Park berperan besar dalam pelestarian sumber daya alam. Pasalnya, gajah-gajah ini menghasilkan kotoran yang diubah menjadi kertas berkualitas.</p>
<p>Proyek perubahan kotoran menjadi kertas ini dipelopori mantan petugas kebun binatang Australia, Tim Husband. Ia melihat jika kotoran gajah yang penuh dengan serat bisa dijadikan kertas dengan cara memberi makan 180 kilogram rumput per hari ke setiap gajah.</p>
<p>Makanan sebanyak ini menghasilkan 100 kilogram kotoran per hari. Dengan bantuan warga sekitar, tiap tumpukan kotoran ini diubah menjadi 15 lembar kertas berkualitas.</p>
<p>Hal ini bisa dilakukan karena sistem pencernaan gajah yang berbeda. Mereka tidak menghancurkan seluruh rumput yang mereka makan seutuhnya. Tapi meninggalkan serat tinggi yang keluar bersama kotoran. Karena serat adalah bahan utama pembuatan kertas, maka dimungkinkan-lah pembuatan kertas dari kotoran ini.</p>
<p>Namun, proses pembuatannya memang agak menjijikkan buat masyarakat awam. Dimulai dari pengumpulan kotoran gajah untuk kemudian direbus dan dicuci. Proses ini dilakukan berulang hingga kotoran itu kehilangan separuh dari bobotnya.</p>
<p>Setelah pencucian, tumpukan serat ini kemudian berubah menjadi bubur yang akhirnya dibentuk menjadi kertas. Setelah dikeringkan, kertas yang tidak berbau ini siap digunakan.</p>
<p>Proses daur ulang ini bahkan bukan cuma bisa dihasilkan dari gajah. Tapi dari hewan apa pun yang memakan serat seperti kuda, rusa, panda, domba, dan kangguru. Bahkan di tahun 2005, sebuah perusahaan kertas di Tasmania, Creative Paper Tasmania, berencana menggunakan kotoran kangguru menjadi alat tulis.</p>
<p>Ide pembuatan kertas dari kotoran ini bisa digunakan untuk menyelamatkan pohon dan lingkungan. Selama ini pohon sebagai bahan utama kertas semakin tidak terkendali penebangannya. Menurut  Ecology Global Network, konsumsi dunia soal kertas meningkat 400 persen dalam 40 tahun terakhir. Mengakibatkan ditebangnya 4 miliar pohon atau 35 persen dari pepohonan di seluruh dunia. (Sumber: International Bussines Time)</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Kotoran Gajah di Bali Diubah Jadi Kertas Berkualitas" href="http://nationalgeographic.co.id" target="_blank">SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/kotoran-gajah-di-bali-diubah-jadi-kertas-berkualitas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Ibu</title>
		<link>http://www.hmtl-its.org/selamat-hari-ibu</link>
		<comments>http://www.hmtl-its.org/selamat-hari-ibu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 03:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dept. Hubungan Luar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hmtl-its.org/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hmtl-its.org/wp-content/uploads/2011/12/Hari-ibu1.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1209" title="Hari ibu" src="http://www.hmtl-its.org/wp-content/uploads/2011/12/Hari-ibu1-300x100.png" alt="" width="300" height="100" /></a></p>
<p>Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.<br />
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.</p>
<p>Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women&#8217;s Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap tanggal 8 Maret.</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>Sejarah Hari Ibu</p></blockquote>
<p>Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran[6] yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).</p>
<p>Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.</p>
<p>Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.</p>
<p>Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.[7] Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.</p>
<p>Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.</p>
<p>Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.</p>
<p>Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1946. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.</p>
<p>Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a title="ibu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_ibu" target="_blank">Sumber</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hmtl-its.org/selamat-hari-ibu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

